Dikbud Maluku Gelar Workshop Tim Pembina MBS

Dikbud Maluku Gelar Workshop Tim Pembina MBS

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. Hadi Sulaiman, M.Si

mengatakan, Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) sudah lama dikembangkan, namun pelaksanaannya belum sesuai dengan apa yang diharapkan.

Penyebabnya adalah belum adanya pola pengembangan MBS secara sistimatis serta berbagai pemahaman di daerah yang masih beragam.

Hal ini disampaikan Hadi Sulaiman di depan 55 orang peserta Workshop

Tim Pembina Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), unsur Pengawas dan Kepala Sekolah dari kabupaten/kota se-Maluku, mewakili Kadis bertempat di Hotel Golden Palace Kamis (19/11).

Sebagai contoh, sejak tahun 1999 terdapat 4 Provinsi yakni Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur, dengan masing-masing 7 kabupaten/kota setelah dievaluasi dari tahun 2000 sampai 2005 menunjukan program pembinaan MBS memberikan peningkatan pada mutu pendidikan ditingkat Sekolah Dasar (SD).

Data di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan, sejak tahun 2009

SD di seluruh Indonesia yang menerapkan MBS denga relatif baik baru mencapai 50 persen, dan masih 50 persen yang memerlukan upaya pembinaan secara sistimatis terprogram dan berkesinambungan.

Untuk mendukung perluasan SD yang akan melaksanakan MBS dengan baik, maka perlu dilakukan kegiatan Bimtek MBS tingkat kabupaten/kota.

Diharapkan Workshop Bimtek ini menghasilkan; terbentuknya Tim Pembina Bimtek MBS tingkat kabupaten/kota, tersusunnya panduan pendampingan implementasi MBS di SD, adanya pemahaman peserta tentang perangkat materi, tersusunnya Rencana Tindak Lanjut (RTL) pembinaan dan pengembangan MBS.

 

Baca Juga :