kebijakan pembangunan telematika

kebijakan pembangunan telematika

Permasalahan  di  sektor  Telematika yang belum  teratasi yaitu rendahnya  infrastruktur jaringan telekomunikasi, rendahnya penetrasi Internet, pasar yang masih  dikuasai oleh pelaku dominan,  masih relatif rendahnya kontribusi sektor telematika  terhadap pendapatan nasional,  makin terbukanya  entry barrier  bagi produk dan jasa  asing  untuk  masuk  ke  Indonesia,  sementara  produk  dan  jasa  Indonesia  di  bidang  telematika  yang  diekspor  ke  luar  negeri  masih  rendah  dan  seringkali  tidak  mampu  bersaing  di  pasar  global.

Beberapa isu bisnis di bidang Telematika lain yang mewarnai sepanjang tahun 2002  hingga  pertengahan  2006  antara  lain  munculnya layanan  akses  Internet  yang diselenggarakan oleh Telkom (Telkomnet Instant) yang dianggap sebagai persaingan tidak  sehat  oleh  pemilik  dan  pengelola  perusahaan  Internet  Service  Provider (ISP), munculnya  Telkom  Flexi  yang  disusul  Indosat  dengan  StarOne,  runtuhnya  bisnis Voice over Internet Protocol (VoIP), masih kuatnya pengaruh pelaku dominan dalam  layanan  jasa  telekomunikasi dan E-Commerce  dan  E-Business  yang  tidak  berkembang.

Kesimpulannya :

Dalam kondisi  kelembagaan  pemerintahan  pengelola  Telematika yang  belum  memadai, harus muncul  berbagai  inisiatif  baru  yang  dikembangkan  oleh  para  pelaku  usaha  yang  tergolong  berusia  muda  dalam  rangka  membentuk  infrastruktur  informasi alternatif yang meliputi aspek aplikasi, jasa dan infrastruktur fisik. Dari sisi teknologi terdapat empat area yang dianggap sebagai pendorong yaitu yang berkaitan dengan  bandwidth  komunikasi, teknologi peralatan elektronika, teknologi manipulasi informasi, dan teknologi sistem pembayaran yang dikembangkan secara on-line.

Peluang yang diciptakan oleh penerapan perdagangan elektronis (e-commerce) adalah terciptanya pasar-pasar baru, produk dan pelayanan baru, proses-proses bisnis  baru yang lebih efisien dan canggih, serta penciptaan perusahaan-perusahaan dengan jangkauan  lebih  (extended  enterprise).  Sedangkan  kendala  umumnya  berkisar  pada masalah  bandwidth dan kapasitas jaringan, keamanan, harga teknologi, aksesabilitas, struktur social-ekonomi-demografi, kendala politik  dan hukum, sensor, serta edukasi sosialisasi masyarakat.

Baca Juga :