Mengapa Vendor Smartphone Membuat Sub-Brand?

Mengapa Vendor Smartphone Membuat Sub-Brand

Jika Anda perhatikan, ada fenomena baru yang muncul di industri smartphone.

Brand-brand raksasa kini membuat sub-brand. Tiga di antaranya pun sudah bisa ditemukan di Indonesia.

Mulai dari Huawei, Xiaomi, hingga Oppo sekarang sudah mempunyai sub-brand dengan nama masing-masing Honor, Pocophone, dan Realme.

Memasuki tahun 2019 tren itu tidak kelihatan akan berhenti. Sebut saja Vivo yang baru saja memperkenalkan sub-brandnya yang bernama iQoo.

Apakah Anda penasaran kenapa muncul fenomena tersebut?

Pada peluncuran Advan S6 Plus, Ellen Angerani selaku GM Sales Advan

mengungkapkan alasan dibalik fenomena yang menjangkiti pasar smartphone itu.

“Ada alasan kenapa semua brand berlomba-lomba membuat sub-brand. Karena menurut lembaga riset IDC, sampai dengan tahun 2022, penjualan smartphone diprediksi akan terus meningkat walaupun tidak terlalu banyak,” ucapnya.

Ellen menjelaskan, Indonesia termasuk negara dengan penjualan smartphone

yang masih akan bertumbuh sampai tahun 2022. Jadi tidak mengherankan bila brand global berjuang untuk masuk ke pasar nusantara.

Bagaimana dengan Advan sendiri? Ellen mengungkapkan hingga kini Advan masih fokus memproduksi smartphone ‘yang bisa dimiliki semua orang Indonesia’.

“Advan masih fokus di range harga Rp700 ribuan sampai Rp1,5 jutaan. Kalau dilihat dari harga, untuk komposisi harga Rp800 ribuan diprediksi menurun dibandingkan tahun 2017. Tetapi tetap masih ada marketnya sampai 2022,” papar Ellen.

 

Baca Juga :