Pendidikan Agama Harus Menjadi Poros Pembentukan Karakter Siswa

Pendidikan Agama Harus Menjadi Poros Pembentukan Karakter Siswa

Ketua Kelompok Gugus (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP),

Dinas Pendidikan menggelar workshop profesionalisme Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Berbasis pembelajaran abad 21 pada jenjang SD, SMP, SMA & SMK Kabupaten Purwakarta, Senin (20/11) SDN-SMPN satu atap terpadu bungursari.

Kegiatan tersebut di hadiri oleh Ketua KKG, Ketua MGMP, kepala UPTD, Kepala Sekolah dan seluruh tenaga pendidik Guru pendidikan agama islam (PAI) Kabupaten Purwakarta, kegiatan ini berlangsung selama satu minggu terhitung sejak 20-27 november 2017.

Plt Kepala Dinas Pendidikan yang juga Purwanto, menyampaikan sekolah harus menjadi pilar peradaban,

jangan sampai sekolah itu tidak mempunyai resonansi sosial, tidak mempunyai daya ubah terhadap kehidupan masyaraka.

“Sekolah harus menjadi taman yang menyenangkan bagi tumbuh kembangnya nilai dalan diri anak agar menjadi generasi tangguh di masa yang akan datang, karena tantangan masa depan anak-anak kita ajan jauh lebih berat,” katanya.

Ipung sapaan akrab Kadisdik menambahkan pendidikan agama harus menjadi poros pembentukan karakter siswa,

hal ini penting untuk menghadapi abad milenial.

“Guru-guru PAI harus paham betul tentang pembelajaran abad 21 dan membudayakan gerakan literasi utk diri dan para peserta didik jika ingin mampu menghadapi tantangan jaman hari ini,” ujarnya.

Sementara upaya meningkatkan kapasitas diri bisa melalui penggunaan Teknologi Informasi, maka penguasaan komputer dan internet menjadi keharusan.

“Guru-guru juga dituntut utk mampu mengantisipasi perubahan perilaku dan budaya siswa sebagai akibat dari revolusi digital. Rekayasa pembelajaran PAI melalui teknologi IT menjadi kebutuhan,” pungkasnya

 

Baca Juga :