Pengertian Etika Dan Moral Menurut Para Ahli

Pengertian Etika Dan Moral Menurut Para Ahli

Pengertian Etika Dan Moral Menurut Para Ahli

Pengertian Etika Dan Moral

Pengertian Etika

Etika adalah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas dari ilmu standar moral dan penilaian. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.

Pengertian Etika Menurut Para Ahli

St. John of Damascus (abad ke-7 Masehi) menempatkan etika di dalam kajian filsafat praktis (practical philosophy).

Menurut Hamzah Yacub

Etika adalah ilmu yang meneliti apa yang baik dan apa yang buruk dan menunjukkan tindakan manusia sejauh bisa diketahui oleh pikiran.

Menurut Dr. James J. Spillane SJ

Keprihatinan etis atau mempertimbangkan perilaku manusia dalam pengambilan keputusan moral. Etika mengarah atau menghubungkan individu menggunakan alasan objektivitas untuk menentukan kebenaran atau kesalahan dan perilaku terhadap orang lain.

Menurut Asmaran

Etika adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia, tidak hanya menentukan kebenaran seperti mereka, tetapi juga untuk menyelidiki manfaat atau keuntungan dari semua perilaku manusia.

WJS. Poerwadarminta

Mengusulkan Memahami Etika, Etika adalah studi tentang prinsip-prinsip moralitas (moral).

Menurut Soergarda Poerbakawatja

Etika adalah filsafat nilai, moral, baik dan buruk, kecuali etika belajar nilai-nilai, serta pengetahuan tentang nilai-nilai sendiri.

Etika dimulai ketika orang merenungkan unsur pendapat etis spontan kami. Kebutuhan untuk refleksi bahwa kita akan merasa, sebagian karena kita opini etis tidak jarang berbeda dengan pendapat orang lain. Hal ini diperlukan untuk etika, yaitu untuk mencari tahu apa yang harus dilakukan oleh manusia.

Metodologis, tidak setiap hal dapat dikatakan hakim bertindak sebagai etika. Etika memerlukan sikap kritis, metodis dan sistematis dalam melakukan refleksi. Itu sebabnya etika adalah ilmu. Sebagai ilmu, objek etika adalah perilaku manusia.

Namun, tidak seperti ilmu-ilmu lain juga meneliti perilaku manusia, etika memiliki sudut pandang normatif. Itu adalah sudut pandang etis tindakan manusia yang baik dan buruk. Etika terbagi menjadi tiga bagian utama: meta-etika (studi konsep etika), etika normatif (studi penentuan nilai etika), dan diterapkan etika (studi penggunaan nilai-nilai etika).

Jenis Etika

Etika Filosofis

Secara harfiah etika filosofis dapat diartikan sebagai etika yang berasal dari aktivitas berfilsafat atau berpikir, yang dilakukan oleh manusia. Oleh karena itu, etika sebenarnya adalah bagian dari filsafat; etika lahir dari filsafat.

Etika Teologis

Ada dua hal yang perlu diingat berkaitan dengan etika teologis. Pertama, etika teologis tidak terbatas pada agama tertentu, tapi setiap agama dapat memiliki etika teologisnya masing-masing. Kedua, etika teologis merupakan bagian dari etika secara umum, karena banyak unsur di dalamnya yang dalam etika secara umum, dan dapat dipahami sebagai memahami etika secara umum.

Ada perdebatan tentang posisi etis etika filosofis dan teologis di ranah etika. Sepanjang sejarah pertemuan antara kedua etika, ada tiga jawaban yang diusulkan terkemuka untuk pertanyaan di atas, yaitu:

Revisionisme
Sintesis
Diaparalelisme


Pengertian Moral

Moral adalah istilah manusia menyebut seseorang manusia atau lainnya dalam tindakan yang memiliki nilai positif. Manusia yang tidak memiliki apa yang disebut moral yang amoral dan tidak bermoral berarti ia tidak memiliki nilai positif di mata manusia lainnya. Jadi moral adalah hal mutlak yang harus dimiliki oleh manusia. Moral eksplisit adalah hal-hal yang berkaitan dengan proses sosialisasi individu tanpa orang yang bermoral tidak bisa melakukan proses sosialisasi.

Pengertian Moral Menurut Para Ahli

W. J. S. Poerdarminta

Menyatakan bahwa ajaran moral dari perbuatan baik dan buruk dan perilaku.

Dewey

Mengatakan bahwa masalah moral yang berkaitan dengan nilai-nilai moral.

Baron dkk

Mengatakan bahwa moral yang terkait dengan pelarangan dan mendiskusikan tindakan yang benar atau salah.

Magnis-Susino

Mengatakan bahwa moral selalu mengacu pada baik orang miskin sebagai manusia, sehingga aspek moral kehidupan manusia dalam hal kebaikan sebagai manusia.

Moral saat ini memiliki nilai implisit karena banyak orang yang memiliki sikap moral atau tidak bermoral dari sudut pandang yang sempit. Sifat moral yang diajarkan di sekolah-sekolah dan manusia harus memiliki moral yang jika ia ingin dihormati oleh orang lain. Apakah nilai-nilai moral yang mutlak dalam masyarakat secara keseluruhan. Penilaian moral ukuran budaya lokal.

Moral adalah suatu tindakan / perilaku / ucapan seseorang dalam interaksinya dengan manusia. jika seseorang melakukannya sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat dan komunitas rasa diterima dan menyenangkan, maka orang tersebut dianggap memiliki moral yang baik, dan sebaliknya.

Moral adalah produk dari budaya dan agama. Setiap budaya memiliki standar moral yang bervariasi sesuai dengan sistem nilai yang berlaku dan telah terbangun lama.

Sumber : http://www.disdikbud.lampungprov.go.id/perencanaan/pengertian-ihsan.html